0 Comment
3 Keunikan Rumah adat nusa Tenggara timur dan penjelasannya

Keunikan-RUMAH-ADAT-nusa-Tenggara-timur-dan-penjelasannya

-Rumah adat NTT-Postedby-BukanTrik-, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, Timor Barat.

Penduduk atau suku-suku di Nusa Tenggara Timur berjumlah 20 (dua puluh) suku, baik dengan kelompok penduduk besar dan kecil, dengan banyak jumlah suku yang mendiami nusa tenggara timur membuat provinsi ntt menjadi salh satu wilayah/ daerah di indonesia. Yang memilki keragaman budaya dan keunikan rumah adatnya terbuk salah satu rumah adat nnt mendapat penghargaan dari unesco

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki bermacam macam rumah adat yang unik yaitu sao ata mosa ,Mbaru Niang dan rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara. Dimana masing-masing rumah adat yang ada di ntt memilii keunikan dan kekhasan di lihat dari segi bentuk bangunan dan bagian –bagian yang ada pada setiap rumah adat nusa tenggara timur berikut penjelasan tentang rumah adat provinsi ntt

1. Rumah adat sao ata mosa lakitana

RUMAH-ADAT-Nusa-Tenggara-Timur-rumah-sao-ata-mosa-lakitana
rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana termasuk salah satu rumah tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara timur. Rumah adat asli penduduk Timor yang mempunyai keunikan bentuk dengan ciri khas berbentuk bulat telur dan tanpa tiang. Di dalam rumah adat ini terdapat suatu tempat suci untuk arwah nenek moyang yang pada saat-saat tertentu selalu diberi sesaji.

Bentuk Bangunan

Bentuk bangunan rumah ini dibedakan dalam 3 bentuk yang didasarkan pada model atapnya, yaitu :
  • Bentuk atap berjoglo yang merupakan rumah adat suku bangsa Sumba
  • Bentuk atap atap kerucut bulat, merupakan rumah adat suku bangsa Timor
  • Bentuk atap seperti perahu terbalik, merupakan rumah adat suku bangsa Rote.
Masyarakat pesisir suku Sabu yang merupakan pelaut membangun rumah adatnya dengan menyerupai perahu. Hal ini karena hubungan yang erat dengan kebudayaan serta kehidupan sehari-harinya. Misalnya atapnya berbentuk perahu terbalik menandakan, masyarakat daerah ini mengenal perahu dan laut sebagai alamnya. Hampir seluruh bagian rumah diberi nama bagian-bagian perahu seperti haluan, anjungan (duru), dan burian (wui). Duru merupakan bagian yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki, sedangkan Wui bagian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan.

Di perkampungan suku bangsa Sabu, berdasarkan bentuk rumah adatnya dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Amu kelaga atau rumah adat yang berpanggung
  2. Ammu laburai rumah yang berdinding tanah
Rumah adat Ammu kelaga merupakan bentuk rumah Sabu asli yang mempunyai lantai panggung difungsikan sebagai balai-balai dan disebut sebagai ‘kelaga’. Bangunan ini mempunyai bentuk 4 persegi panjang dengan atap lancip mirip perahu terbalik. Tiangnya berbentuk bulat terbuat dari kayu pohon lontar, enau, kayu hitam atau kayu besi. Lantai panggungnya bertingkat 3 , yakni kelaga rai, atau panggung tanah, kelaga ae atau panggung besar, kelega dammu atau panggung loteng yang mencerminkan kepercayaan orang Sabu adanya tingkatan dunia, yakni dunia bawah atau dunia arwah, dunia tengah atau dunia manusia dan dunia atas atau dunia para dewa.

Itulah penjelasan singkat mengenai rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur.

2. Rumah Adat Mbaru Niang nusa tenggara timur

RUMAH-ADAT-Nusa-Tenggara-Timur-rumah-mbaru-niang

Kampung adat Wae Rebo terdapat di Gunung Pocoroko, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Yang termasuk salah satu kampung adat di Indonesia yang mendapatkan Award of Excellence dari UNESCO .

kampung adat Wae Rebo terletak sejauh 9 kilometer dari kampung terakhir di Denge, Untuk mencapainya pun anda perlu berjalan di jalan setapak dengan kemiringan 45 derajat yang berada di antara hutan lebat.

Mbaru Niang adalah rumah adat yang memiliki keunikan bentuk dengan ciri 5 tingkat yang ada di Kampung adat Wae Rebo. Keunikan rumah adat ini karena bentuknya yang tak biasa, yaitu mengerucut di bagian atap hingga hampir menyentuh tanah. Biasanya, atap Mbaru Niang terbuat dari daun lontar yang sudah kering.berikut fugsi tiap tingkat
  • Tingkat satu merupakan tingkat yang langsung kita temui didalam rumah atau biasa disebut dengan nama lutur atau tenda. Tingkat satu biasa digunakan sebagai tempat tinggal.
  • tingkat /lantai ke dua adalah ruangan untuk menyimpan bahan makanan dan barang. Lantai ini biasa disebut dengan nama lobo.
  • lantai ke 3 atau ruang lentar, Anda bisa melihat banyak benih tanaman untuk bercocok tanam.
  • tingkat 4 juga memiliki namanya sendiri, yaitu lempa rae. Lempa rae adalah tempat untuk menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang berhasil.
  • lantai paling akhir atau yang disebut hekang kode, Anda bisa melihat aneka sesajian yang disimpan pemilik rumah untuk para leluhur.

3. Rumah Adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara dari nusa tenggara timur


RUMAH-ADAT-Nusa-Tenggara-Timur-rumah-sao-ria-tenda-bewa-moni-koanara

Selain Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur masih memiliki rumah adat lain yang tak kalah unik, Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara namanya. Rumah ini cukup unik karena memiliki atap ilalang kering dan hampir mencapai tanah.

Rumah Adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara terdapat di Desa Koanara, Kelimutu, NTT. Rumah adat ini cukup unik dan menarik perhatian karena atapnya yang khas. Atap rumah adat ini terbuat dari ilalang dan mencapai tanah.

Ada tiga jenis rumah Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara, yaitu rumah baku, rumah tinggal dan lumbung padi. Rumah baku adalah rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang belulang milik leluhur. Sudah ada 13 keturunan yang tulangnya di simpan di rumah ini. Salah satu rumah ada yang memiliki atap hingga menyentuh tanah, inilah rumah penyimpanan hasil panen sawah.

Jika melihat ada kepala kerbau terpampang di depan pintu rumah, itu tandanya Anda telah berada di rumah tinggal. maka akan jelas fungsi vital sebuah rumah bagi suatu keluarga, yakni sebagai tempat tinggal. Jadi, sangat tergantung dari penghuni masing-masing. Rumah adat atau sa’o ria sesungguhnya bukan sekadar tempat tinggal saja melainkan mempunyai makna filosofi yang teramat dalam.

Rumah adat sa’o ria adalah tempat tinggal bagi kehidupan masyarakat Lio dan tempat berinteraksi komunitas masyarakat Lio karena hidup pada prinsipnya keseimbangan antar manusia dengan manusia, serta keseimbangan antar manusia dengan alam semesta,

yang intinya Rumah adat bukan sekedar tempat tinggal anggota keluarga saja, melainkan juga “berkumpulnya” nilai-nilai estetika, religi, norma dan budaya. Setiap detail rumah adat selalu mengandung filosofi dan cerminan perilaku arif suku Lio

Demikian penjelasan lengkap mengenai nama“3 Keunikan RUMAH ADAT Nusa Tenggara Timur dan Penjelasannya” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top