0 Comment
Nama Tari Tradisional dari Nusa Tenggara Barat beserta penjelsannya

Nama-Tari-Tradisional-dari-Nusa-Tenggara-Barat-beserta-penjelsannya

-Tarian Nusa Tenggara Barat-Postedby-BukanTrik-, Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Yang terletak pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ntb adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok. Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat terbagi dalam 8 kabupaten dan 2 kota, yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima dan Kota Mataram.

Nusa teggara barat juga termasuk salah satu provinsi yang memiliki kebudayaan serta nilai nilai tradsi seperti daerah daerah lain di Indonesia provinsi ntb banyak dipengaruhi budaya islam itu tercermin dalam seni tarinya yang mencerminkan nilai-nilai agama islam selain itu juga karena ntb mayoritas penduduknya beragam islam berikiu jenis tarian yang berasal dari ntb

Tari Jangger


Tari jangger merupakan salah satu jenis tarian yang sering dipentaskan pada acara acara adat tradisi ntb diantaranya adat perkawinan, sunatan, ulang tahun dan Iain-lain. Tari jangger biasanya di tarikan oleh penari perempuan yang dalam tariannya di barengi dengan melantunkan tembang-tembang yang di iringi oleh musik gamelan khas Lombok

Tari Wura Bongi Monca


Tari Wura Bongi Monca merupakan tarian penyambutan tamu yang biasanya digelar pada acara-acara penyabutan tamu baik secara formal maupun informal. Pada masa kesultanan tarian Wura Bongi Monca biasa digelar untuk menyambut tamu-tamu sultan. Tari Wura Bongi Monca dimainkan oleh 4 sampai 6 remaja putri dalam alunan gerakan yang lemah lembut disertai senyuman sambil menabur beras kuning kearah tamu, Karena dalam falsafah masyarakat Bima tamu adalah raja dan dapat membawa rezeki bagi rakyat dan negeri. Jadi tarian Wura Bongi Monca adalah Tarian menabur Beras Kuning kepada rombongan tamu yang datang berkunjung.

Tari Lenggo


Tari Lenggo ada dua jenis yaitu Tari Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo. Lenggo Melayu diciptakan oleh salah seorang mubalig dari Pagaruyung Sumatera Barat yang bernama Datuk Raja Lelo pada tahun 1070 H. Tarian ini memang khusus diciptakan untuk upacara Adat Hanta UA Pua dan dipertunjukkan pertama kali di Oi Ule (Pantai Ule sekarang) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lenggo Melayu juga dalam bahasa Bima disebut Lenggo Mone karena dibawakan oleh 4 orang remaja pria.

Terinspirasi dari gerakan Lenggo Melayu, setahun kemudian tepatnya pada tahun 1071 H, Sultan Abdul Khair Sirajuddin menciptakan Lenggo Mbojo yang diperankan oleh 4 orang penari perempuan. Lenggo Mbojo juga disebut Lenggo Siwe. Nah, jadilah perpaduan Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo yang pada perkembangan selanjutnya dikenal dengan Lenggo UA PUA. Tarian Lenggo selalu dipertunjukkan pada saat Upacara Adat Hanta UA PUA terutama pada saat rombongan penghulu Melayu mamasuki pelataran Istana.

Tari Mpaa Lenggogo


tarian mpaa merupakan salah satu jenis tari dari Lombok yang berfungsi dan sering di pentaskan pada acara menyambut maulid nabi muhammad saw tarian mpaa  juga sering di pertunjukan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga Tari Mpaa Lenggogo merupakan sebuah tarian Dari Nusa Tenggara Barat, yang biasa disajikan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini juga sering dipentaskan pada upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja. tari batunganga merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat yang mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu dan mereka memohon agar putri keluar dari batu itu

Tari Oncer


Tari tradisional Lombok yang berasal dari kata"ngoncer"atau berenang. Gerakan diambil dari gerakan ikan sepat yang sedang berenang yang dalam bahasa Sasak disebut pepait ngoncer (ikan sepat berenang).Tari ini erat hubungannya dengan Gendang Beleq.

Tari Randak Geroq


Tari tradisional Lombok yang berarti tindakan gotong royong. Dalam gotong royong tidak dibedakan golongan, pangkat, jabatan, kaya, miskin dan lain-lain.

Tari Rudat


Tari ini dilakukan sambil bernyanyi dengan irama Timur Tengah.Menggunakan gerak-gerak silat dan dilakukan sekelompok anak muda justru dengan pakaian yang mirip jauh berbeda dengan pakaian khas Sasak


Demikian penjelasan lengkap mengenai “Nama Tari Tradisional dari Nusa Tenggara Barat beserta penjelasannya“ semoga bermanfaat . silahkan baca juga artikel terkait lainya dan jangan lupa komentarnya untuk masukan dan perbaikan nya. Makasih banyak untuk kunjungannya ke blog BukanTrik

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top