0 Comment
Nama Jenis Alat Musik tradisional yang berasal dari Papua

Jenis-Alat-Musik-Tradisional-dari-Papua-Dan-Papua-Barat

-Alat Musik Papua-Postedby-BukanTrik-, Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur Papua Bagian Barat (dulu Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

provinsi papua dikenal sebagai wilayah yang masih terbelakang dalam peradaban karena mungkin dilihat dari sisi kehidupan yang sebagian besar masih terlihat jauh dari pengaruh budaya luar sehunggat taerlihat masih kuno dan terbelang

Tapi di balik pandangan itu sebenarnya papu juga memiliki jiwa seni yang tinggi juga kreativis seni yang juga tinggi itu terlihat dari beberpa kesenian yang terdapat di provinsi papua, seperti seni tari, seni ukir, seni musik dan lainya

Ada beberapa Alat Musik Tradisional yang memiliki keunikan yang berasal dari Provinsi Papua meliputi: Butshake, Fuu, Kecapi Mulut, Krombi, Paar dan Kee, Pikon, Tifa, Triton (Terompet), Yi.

Alat Musik Tradisional Butshake



Butshake adalah jenis alat musik yang terbuat dari bambu dan buah kenari. Alat musik ini berasal dari Muyu Kabupaten Merauke dan dipergunakan pada pesta tari-tarian adat.

Alat Musik Tradisional Fuu


Fuu adalah alat musik tiup yang terbuat dari kayu. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang atau terbuka. Selain digunakan untuk memanggil penduduk, alat musik ini juga biasa digunakan
 untuk mengiringi tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke..

Alat Musik Tradisional Krombi



Krombi adalah alat musik papua yang terbuat dari bambu. Krombi merupakan salah 1 alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian pada pesta adat masyarakat Papua. Alat musik ini biasanya dimainkan dengan menggunakan sebuah kayu kecil lalu diketuk-ketuk pada bambu tersebut. Alat musik ini berasal dari Suku Tehit, Kampung Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua.

Alat Musik Tradisional Pikon



Pikon berasal dari kata pikonane. Dalam bahasa Baliem, Pikonane berarti alat musik bunyi. Alat ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga bernama Hite. Bagian tengah alat musik ini ditinggalkan sepotong lidi penggetar. Pikon yang ditiup sambil menarik talinya ini hanya akan mengeluarkan nada-nada dasar, berupa do, mi dan sol. Alat musik ini biasanya memiliki panjang 5,2 cm.

Pikon banyak terdapat di masyarakat asli pegunungan tengah dan sebagian pedalaman dataran rendah Papua. Musik Tradisional ini telah dikenal dan biasa ditampilkan dalam Festival Budaya Lembah Baliem Jayawijaya setiap 17 Agustus.

Alat Musik Tradisional Tifa



Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.

Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. Setiap suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing. Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan beberapa tarian daerah lainnya seperti tarian tradisional suku Asmat dan tari Gatsi.

Alat Musik Tradisional Triton



Triton adalah alat musik tradisional masyarakat Papua. Triton dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini terdapat di seluruh pantai, terutama di daerah Biak, Yapen, Waropen, Nabire, Wondama, serta kepulauan Raja Amat. Awalnya, alat ini hanya digunakan untuk sarana komunikasi atau sebagai alat panggil / pemberi tanda. Selanjutnya, alat ini juga digunakan sebagai sarana hiburan dan alat musik tradisional. Triton terbuat dari cangkang kerang dalam bahasa papua disebut "Bia". Triton merupakan alat komunikasi masyarakat papua.

Alat Musik Tradisional Amyen (Terompet) dan Yi



Amyen adalah alat musik tiup yang terbuat dari kayu dan bambu. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi tarian dan memanggil serta memberi tanda bahaya saat perang. Sedangkan Yi digunakan untuk memanggil penduduk dan juga untuk mengiringi acara tari tarian

Demikian penjelasan lengkap mengenai macam-macam “Nama Jenis Alat Musik tradisional yang berasal dari Papua” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top