0 Comment
Nama Pakaian Adat Sulawesi selatan Pria dan wanita (penjelasan lengkap)

Nama-Pakaian-Adat-Sulawesi-Selatan-Pria-dan-wanita-penjelasan-lengkap

-Pakaian Adat Sulawesi Selatan-Postedby-BukanTrik-, Pada zaman dahulu zaman batu muda leluhur (nenek moyang) suku bugis yang menjadi salah satu suku dari provinsi sulawesi sudah mengenal dengan ilmu tektil yatu ilmu membuat kain untuk membuat baju (pakaian).dimana baju di buat dari hasil pintalan kapas yang di jalin bersama benang katun. Dan disebut menjadi kain muslin Yaitu bahan membuat Pakaian Wanita dalam Adat Sulawesi Selatan sedangkan untuk nama pakaian adat suku bugis di kenal dengan nama Baju Bodo

Baju ( pakaian ) bodo dianggap sebagai pakaian adat Sulawesi Selatan paling pertama yang dikenal oleh masyarakat suku bugis. Baju (pakaian) adat bodo dibuat dari bahan kain muslin. Kain ini adalah kain hasil pintalan kapas yang dijalin bersama benang katun. Dengan Rongga dan kerapatan benang yang cukup renggang, menjadikan kain ini sejuk dikenakan sehingga cocok dipakai di iklim tropis Sulawesi Selatan.

Sebagian masyarakat Makassar menyebut baju bodo dengan nama bodo gesung. Alasannya adalah karena pakaian ini memiliki gelembung di bagian punggungnya. Gelembung tersebut muncul akibat baju bodo dikenakan dengan ikatan yang lebih tinggi

Busana (pakaian) bodo gesung merupakan baju adat Bugis-Makassar yang dikenakan oleh kaum perempuan. Sedangkan Lipa’ sabbe adalah sarung sutra, yang memiliki ciri khas bercorak kotak dan dipakai sebagai bawahan baju bodo

Konon dahulu kala, ada peraturan mengenai pemakaian baju bodo. Masing-masing warna manunjukkan tingkat usia perempuan yang mengenakannya.
  1. Warna jingga, dipakai oleh perempuan umur 10 tahun.
  2. Warna jingga dan merah darah digunakan oleh perempuan umur 10-14 tahun.
  3. Warna merah darah untuk 17-25 tahun.
  4. Warna putih digunakan oleh para inang dan dukun.
  5. Warna hijau diperuntukkan bagi puteri bangsawan
  6. Warna ungu dipakai oleh para janda.
Selain peraturan pemakaian baju bodo itu, dahulu juga masih sering didapati perempuan Bugis-Makassar yang mengenakan Baju Bodo sebagai pakaian pesta, misalnya pada pesta pernikahan. Akan tetapi saat ini, baju adat ini sudah semakin terkikis oleh perubahan zaman. Baju bodo kini terpinggirkan, digantikan oleh kebaya modern, gaun malam yang katanya modis, atau busana-busana yang lebih simpel dan mengikuti trend.

Berikut penjelasan lengkap penggunaan pakaian adat yang digunakan oleh kaum pria (laki-laki) dan kaum perempuan (wanita) masyarakat bugis makasar provinsi Sulawesi selatan:

Pakaian adat pria Sulawesi selatan

  • para prianya mengenakan pakaian adat yang bernama baju bella dada . Model baju bela dada adalah baju bentuk jas tutup berlengan panjang dengan kerah dan kancing sebagai perekat. Baju ini juga dilengkapi dengan saku di bagian kiri dan kanannya terbuat dari bahan kain lipa sabbe atau lipa garusuk. Sementara untuk warnanya biasanya tidak ada ketentuan alias bisa disesuaikan dengan selera para penggunanya
  • Passapu atau tutup kepala yang digunakan sebagai pelengkap baju bella dada umumnya dibuat dari anyaman daun lontar dengan hiasan mbring atau benang emas yang disusun. Passapu dapat pula tidak diberi hiasan. Passapu polos atau biasa disebut passapu guru ini lazimnya digunakan oleh para dukun atau tetua kampong
  • Beberapa aksesoris di antaranya adalah gelang, keris, selempang atua rante sembang, sapu tangan, dan sigarak atau hiasan penutup kepala
  • Gelang yang digunakan adalah gelang dengan motif naga dan terbuat dari emas, sehingga gelang ini dinamai gelang ponto naga. Keris yang dipakai adalah keris dengan kepala dan sarung terbuat dari bahan emas. Keris ini disebut pasattimpo atau tatarapeng. Sapu tangan yang dikenakan adalah sapu tangan dengan hiasan khusus. Sapu tangan ini dinamai passapu ambara

Pakaian adat wanita Sulawesi selatan

  • baju bodo merupakan baju tanpa lengan. Jahitan hanya digunakan untuk menyatukan sisi kanan dan kiri kain, sementara pada bagian bahu dibiarkan polos tanpa jahitan. Bagian atas baju bodo digunting atau dilubangi sebagai tempat masuknya leher. Lubang leher ini pun dibuat tanpa jahitan
  • bawahan, sarung dengan motif kotak-kotak akan dikenakan dengan cara digulung atau dipegangi menggunakan tangan kiri
  • beragam pernik aksesoris seperti kepingan-kepingan logam, gelang, kalung, bando emas, dan cincin
Demikian penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Pakaian Adat Sulawesi selatan Pria dan wanita” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top